f DISTRIBUTOR PUSAT PT. NATURAL NUSANTARA YOGYAKARTA

Pages

Teknologi NASA

Produk Pertanian, Pestisida Organik, Peternakan , Perikanan.

PRODUK PETERNAKAN DAN PERIKANAN

" Biaya Murah tetapi tidak murahan, Hasil Bobot lebih melimpah, Yaaaa... Nasa Obatnya "

Contact kami Distributor NASA

" MEMBANGUN NEGRI INI DENGAN SISTEM PERTANIAN ORGANIK "

PRODUK KESEHATAN NASA

" Hidup Sehat, Alami Berkualitas. "

TIM NASA MEMBERIKAN PENYULUHAN

Penyuluhan kepada Petani Padi kendari-sulawesi Tenggara.

Thursday, 9 April 2015

CRYSTAL-X

NATURAL CRYSTAL-X FOR WOMEN
PEMBERSIH ORGAN KEWANITAAN

crystal x asli nasa

  • Nama Produk : NATURAL CRYSTAL-X
  • Kode Produk : NCX
  • Isi/Berat : 1 buah
  • Fungsi / Peran : Pembersih Organ Kewanitaan
  • Info selengkapnya melalui Distributor NASA
  • Download artikelnya di sini.


NATURAL CRYSTAl X FOR WOMEN NASA NATURAL NUSANTARA

Natural Crystal X for Women dari PT Natural Nusantara terbuat dari mineral alam yang sangat bermanfaat dalam membunuh kuman penyakit, bakteri merugikan, virus dan menghilangkan bau tidak sedap pada miss V.

Crystal X diramu dari paduan antara zat-zat antiseptik dari daun sirih yang berperan penting untuk memberikan nutrisi alami pada jaringan epitel di dalam rongga miss V serta zat vinieil yang diekstrak dari daun sisik naga yang berperan penting untuk melenturkan serta merapatkan miss V Anda.

crystal x asli nasa
Crystal X for Women
REG. IDM000245253 – POM NA 18111600004


MENAMBAH KEMESRAAN DAN MEMPERBAIKI KUALITAS HUBUNGAN SUAMI ISTRI

Manfaat Besar Natural Crystal X

- Ampuh Membunuh kuman, jamur dan bakteri merugikan.
- Ampuh Mengatasi Bau Tidak Sedap
- Ampuh Melenturkan miss V.
- Ampuh Mencegah dan Menyembuhkan Keputihan.
- Ampuh Membersihkan kerak dan kotoran di selaput miss V.
- Ampuh Menambah kepekaan terhadap daya rangsang.
- Ampuh Menyembuhkan iritasi diselaput miss V.
- Ampuh Mencegah tejadinya kanker pada organ reproduksi wanita.

CARA PEMAKAIAN NATURAL CRYSTAL X

  • Basahi Crystal-X, kemudian masukan ke dalam miss V sedalam 4cm, putar kurang lebih 10 detik.
  • Keluarkan dan bersihkan dengan air, lap dengan kain kering.
  • Simpan di tempat kering.
  • Dipakai 1-2 kali sehari sehabis mandi (untuk perawatan).
Crystal X for Women aman untuk pemakaian jangka panjang! Karena tidak ada efek samping negatif.

BUDIDAYA TERONG ORGANIK MENGUNAKAN TEKNOLOGI ORGANIK DARI NASA

BUDIDAYA TERONG 

budidaya terong organik nasa natural nusantara
Budidaya Terong dengan menggunakan teknologi organik untuk hasil melimpah dari PT. Natural Nusantara ( NASA )


PENDAHULUAN

Prospek budidaya terong makin baik untuk dikelola secara intensif dan komersial dalam skala agribisnis, namun hasil rata-ratanya masih rendah. Hal ini disebabkan bentuk kultur budidaya yang masih sampingan, belum memadainya informasi teknik budidaya di tingkat petani.

PT. Natural Nusantara berusaha memberi alternatife solusi bagaimana teknik budidaya terong sehingga tercapai peningkatan produksi secara K-3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.

video testimoni tentang budidaya terong menggunakan produk nasa



SYARAT TUMBUH

  • Dapat tumbuh di dataran rendah tinggi
  • Suhu udara 22 - 30o C
  • Jenis tanah yang paling baik, jenis lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, aerasi dan drainase baik dan pH antara 6,8-7,3
  • Sinar matahari harus cukup
  • Cocok ditanam musim kemarau


PEMBIBITAN

bibit terong organik nasa
  • Rendamlah benih dalam air hangat kuku + POC NASA dosis 2 cc per liter selama 10 -15 menit
  • Bungkuslah benih dalam gulungan kain basah untuk diperam selama + 24 jam hingga nampak mulai berkecambah
  • Sebarkan benih di atas bedengan persemaian menurut barisan, jarak antar barisan 10-15 cm
  • Campurkan 1 pak Natural GLIO + 25-30 kg pupuk kandang halus diamkan seminggu, kemudian masukkan benih satu persatu ke polibag yang telah berisi campuran tanah dan pupuk kandang halus yang telah dicampur Natural GLIO tadi dengan perbandingan 2 : 1
  • Tutup benih tersebut dengan tanah tipis
  • Permukaan bedengan yang telah disemai benih ditutup dengan daun pisang
  • Setelah benih tampak berkecambah muncul, buka penutupnya
  • Siram persemaian pagi dan sore hari
  • Semprot POC NASA dosis 2-3 tutup per tangki setiap 7-10 hari sekali
  • Perhatikan serangan hama dan penyakit sejak di pembibitan
  • Bibit berumur 1-1,5 bulan atau berdaun empat helai siap dipindahtanamkan

bibit benih sahabat nasa



PENGOLAHAN LAHAN

  • Bersihkan rumput liar (gulma) dari sekitar kebun.
  • Olah tanah dengan cangkul ataupun bajak sedalam 30-40 cm hingga gembur.
  • Buat bedengan selebar 100-120 cm, jarak antar bedengan 40-60 cm, ratakan permukaan bedengan.
  • Jika pH tanah rendah, tambahkan Dolomit.
  • Sebarkan pupuk kandang 15-20 ton / ha, campurkan merata dengan tanah.
  • Akan lebih optimal jika ditambah SUPERNASA atau jika tidak ada pupuk kandang dapat diganti SUPERNASA 10-20 botol / ha dengan cara :
    • Alternatif 1 : satu botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 lt air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk untuk menyiram bedengan.
    • Alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 liter air diberi 1 sendok peres makan SUPERNASA untuk menyiram + 10 m bedengan.
  • Sebarkan pupuk dasar dengan campuran ZA atau Urea 150 kg + TSP 250 kg per ha dicampur dengan tanah secara merata atau sekitar 10 gr campuran pupuk per lubang tanam.
  • Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang 25-50 kg merata ke bedengan atau ke lubang tanam.
  • Jika pakai Mulsa plastic, tutup bedengan pada siang hari.
  • Biarkan selama seminggu sebelum tanam.
  • Buat lubang tanam dengan jarak 60 x 70 cm / 70 x 70 cm.


PENANAMAN

jarak tanam terong

  • Waktu tanam yang baik musim kering
  • Pilih bibit yang tumbuh subur dan normal
  • Tanam bibit di lubang tanam secara tegak lalu tanah di sekitar batang dipadatkan
  • Siram lubang tanam yang telah ditanami hingga cukup basah (lembab)

https://www.youtube.com/watch?v=FqhMMEx-osA

PENGAIRAN

Dilakukan rutin tiap hari, terutama pada fase awal pertumbuhan dan cuaca kering, dapat di-leb atau disiram dengan gembor.

PENYULAMAN

  • Sulam tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, mati atau terserang hama penyakit.
  • Penyulaman maksimal umur 15 hari.

PEMASANGAN AJIR (TURUS)

  • Lakukan seawal mungkin agar tidak mengganggu (merusak) sistem perakaran.
  • Turus terbuat dari bilah bambu setinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm
  • Tancapkan secara individu dekat batang.
  • Ikat batang atau cabang terong pada turus.

PENYIANGAN

  • Rumput liar atau gulma di sekitar tanaman disiangi atau dicabut
  • Penyiangan dilakukan pada umur 15 hari dan 60-75 hari setelah tanam.

PEMUPUKAN

pupuk organik terong

Jenis dan Dosis Pupuk Makro disesuaikan dengan jenis tanah, varietas dan kondisi daerah menurut acuan dinas pertanian setempat. Berikut salah satu alternatif :


Jenis Pupuk

Pemupukan Susulan (kg/ha)
Umur 15 hari
Umur 25 hari
Umur 35 hari
Umur 45 hari
Urea
75
75
75
75
SP-36
50
-
-
-
KCl
-
75
100
75

Pemupukan diletakan sejauh 20 cm dari batang tanaman sebanyak 10 gram campuran pupuk per tanaman secara tugal atau larikan ditutup tanah dan disiram atau pupuk dikocorkan sebanyak 3,5 gram per liter air, kocorkan larutan pupuk sebanyak 250 cc per tanaman.

Semprotkan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 1-2 minggu sekali

PEMANGKASAN ( PEREMPELAN )

Pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh.


PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT

H A M A

1. Kumbang Daun (Epilachna spp.)

  • Gejala serangan adanya bekas gigitan pada permukaan daun sebelah bawah
  • Bila serangan berat dapat merusak semua jaringan daun dan tinggal tulang-tulang daun saja
  • Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan kumbang, atur waktu tanam, pencegahan dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali.

2. Kutu Daun (Aphis spp.)

  • Menyerang dengan cara mengisap cairan sel, terutama pada bagian pucuk atau daun-daun masih muda
  • Daun tidak normal, keriput atau keriting atau menggulung
  • Sebagai vektor atau perantara virus
  • Cara pengendalian; mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, pencegahan semprot PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR setiap 1-2 minggu sekali.

3.Tungau ( Tetranynichus spp.)

  • Serangan hebat musim kemarau.
  • Menyerang dengan cara mengisap cairan sel tanaman, sehingga menimbulkan gejala bintik-bintik merah sampai kecoklat-coklatan atau hitam pada permukaan daun sebelah atas ataupun bawah.
  • Cara pengendalian sama seperti pada pengen dalian kutu daun.

4. Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn.)

  • Bersifat polifag, aktif senja atau malam hari
  • Menyerang dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih muda, sehingga terkulai dan roboh
  • Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan ulat, pencegahan siram atau semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810.

5.Ulat Grayak (Spodoptera litura, F.)

  • Bersifat polifag.
  • Menyerang dengan cara merusak (memakan) daun hingga berlubang-lubang.
  • Cara pengendalian; mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, semprot dengan Natural VITURA.

6.Ulat Buah ( Helicoverpa armigera Hubn.)

  • Bersifat polifag, menyerang buah dengan cara menggigit dan melubanginya, sehingga bentuk buah tidak normal, dan mudah terserang penyakit busuk buah.
  • Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan buah terserang, lakukan pergiliran tanaman dan waktu tanam sanitasi kebun, pencegahan semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali

PENYAKIT

1. Layu Bakteri

  • Penyebab : bakteri Pseudomonas solanacearum
  • Bisa hidup lama dalam tanah
  • Serangan hebat pada temperatur cukup tinggi
  • Gejala serangan terjadi kelayuan seluruh tanaman secara mendadak

2. Busuk Buah

  • Penyebab : jamur Phytophthora sp., Phomopsis vexans, Phytium sp.
  • Gejala serangan adanya bercak-bercak coklat kebasahan pada buah sehingga buah busuk.

3. Bercak Daun

  • Penyebab : jamur Cercospora sp, Alternaria solani, Botrytis cinerea
  • Gejala bercak-bercak kelabu-kecoklatan atau hitam pada daun.

4. Antraknose

  • Penyebab : jamur Gloesporium melongena
  • Gejala bercak-bercak melekuk dan bulat pada buah lalu membesar berwarna coklat dengan titik-titik hitam

5. Busuk Leher akar

  • Penyebab ; Sclerotium rolfsii
  • Gejala pangkal batang membusuk berwarna coklat

6. Rebah Semai

  • Penyebab : Jamur Rhizoctonia solani dan Pythium spp.
  • Gejala batang bibit muda kebasah-basahan, mengkerut dan akhirnya roboh dan mati
  • Cara pengendalian Penyakit:
  • Tanam varietas tahan, atur jarak tanam dan pergiliran tanaman, perbaikan drainase, atur kelembaban dengan jarak tanam agak lebar, cabut dan buang tanaman sakit Rendam benih dengan POC NASA dosis 2 cc / lt + Natural GLIO dosis 1 gr/lt, Pencegahan sebarkan Natural GLIO yang telah dicampur pupuk kandang sebelum tanam ke lubang tanam.


Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki.


PEMANENAN

panen terong organik nasa

  • Buah pertama dapat dipetik setelah umur 3-4 bulan tergantung dari jenis varietas
  • Ciri-ciri buah siap panen adalah ukurannya telah maksimum dan masih muda.
  • Waktu yang paling tepat pagi atau sore hari.
  • Cara panen buah dipetik bersama tangkainya dengan tangan atau alat yang tajam.
  • Pemetikan buah berikutnya dilakukan rutin tiap 3-7 hari sekali dengan cara memilih buah yang sudah siap dipetik.
UNTUK PEMESANAN PRODUK NASA BISA HUBUNGI

DISTRIBUTOR PUSAT NASA : CECEP ADI SETIAWAN,  SP

TELKOMSEL  0852-0147-8485
INDOSAT      0857-9915-2128
BBM : 5B9E47F6

BUDIDAYA KACANG TANAH ORGANIK MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA

BUDIDAYA KACANG TANAH 



budidaya kacang tanah organik nasa
Budidaya Kacang Tanah Organik dengan menerapkan teknologi organik dari PT. Natural Nusantara ( NASA ) ini dapat Anda baca juga melalui NaturalNusantara.org.

I. PENDAHULUAN

Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh faktor tanah yang makin keras (rusak) dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro serta hormon pertumbuhan. Disamping itu juga karena faktor hama dan penyakit tanaman, faktor iklim, serta faktor pemeliharaan lainnya.

PT. Natural Nusantara NASA berusaha berperan meningkatkan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan ( Aspek K - 3 ).

II. SYARAT PERTUMBUHAN

1. Iklim

  • Curah hujan antara 800-1.300 mm/tahun. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan bunga sulit terserbuki oleh serangga dan akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah.
  • Suhu udara sekitar 28-320C. Bila suhunya di bawah 100C, pertumbuhan tanaman akan terhambat, bahkan kerdil.
  • Kelembaban udara berkisar 65-75 %.
  • Penyinaran matahari penuh dibutuhkan, terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang.

2. Media Tanam

  • Jenis tanah yang sesuai adalah tanah gembur / bertekstur ringan dan subur.
  • pH antara 6,0-6,5.
  • Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu dan akhirnya mati.
  • Drainase dan aerasi baik, lahan tidak terlalu becek dan kering baik bagi pertumbuhan kacang tanah.

3. Ketinggian Tempat

Ketinggian penanaman optimum 50 - 500 m dpl, tetapi masih dapat tumbuh di bawah ketinggian 1.500 m dpl.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

1. Pembibitan

1.1. Persyaratan Benih
Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah:
  • Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul.
  • Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.
  • Kulit benih mengkilap, tidak keriput dan cacat.
  • Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain.
  • Kadar air benih berkisar 9-12 %.
1.2. Penyiapan Benih
  • Benih sebaiknya disimpan di tempat kering yang konstan dan tertutup rapat.
  • Untuk menjamin kualitas benih, lebih baik membeli dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih.

2. Pengolahan Media Tanam

2.1. Persiapan dan Pembukaan lahan
Pembukaan lahan dengan pembajakan dan pencangkulan untuk pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya, serta untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit.

2.2. Pembentukan Bedengan
Buat bedengan ukuran lebar 80 cm, panjang menyesuaikan, ketebalan bedengan 20-30 cm. Diantara bedengan dibuatkan parit.

2.3. Pengapuran
Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam dilakukan pengapuran dengan dosis + 1 - 2,5 ton/ha selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam.

2.4. Pemberian Natural GLIO
Untuk mencegah terjadinya serangan jamur berikan Natural GLIO.
Pengembangbiakan Natural GLIO dengan cara:
  • 1-2 sachet Natural GLIO dicampur dengan 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2.
  • Selanjutnya didiamkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari + 1 minggu dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik) .
  • Pemberian Natural GLIO pada sore hari.
2.5. Pemberian Pupuk Makro dan SUPER NASA

budidaya kacang tanah supernasa
  • Jenis dan dosis pupuk setiap hektar adalah:
  • Pupuk kandang 2 - 4 ton/ha, diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam, dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam.
  • Pupuk anorganik : SP-36 (100 kg/ha), ZA (100 kg/ha) dan KCl (50 kg/ha) atau sesuai rekomendasi setempat.
  • Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1-2 botol (500-1000 cc) diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m2 (10-20 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA. Adapun cara penggunaan SUPER NASA sbb :
    • alternatif 1 : Satu botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
    • alternatif 2 : Setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram + 10 meter bedengan.
  • Semua dosis pupuk makro diberikan saat tanam.
  • Pupuk diberikan di kanan dan kiri lubang tugal sedalam 3 cm.

3. Teknik Penanaman

panduan budidaya kacang tanah

3.1. Penentuan Pola Tanam
  • Pola tanam memperhatikan musim dan curah hujan.
  • Pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 30 x 20 cm, atau 20 x 20 cm.
3.2. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm menggunakan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.

3.3. Perendaman Benih dengan POC NASA

budidaya kacang tanah organik poc nasa
Pilih benih yang baik dan agar benih dapat berkecambah dengan cepat dan serempak, benih direndam dalam larutan POC NASA (1-2 cc/liter air) selama + 0,5 1 jam.

3.4. Cara Penanaman
  • Masukan benih 1 atau 2 butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis.
  • Waktu tanam yang paling baik dilahan kering pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September (palawija II).

4. Pemeliharaan Tanaman

4.1. Penyulaman
Sulam benih yang tidak tumbuh atau mati, untuk penyulaman lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam).

4.2. Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan dilakukan 2 kali umur 1 dan 6 minggu dengan hati-hati agar tidak merusak bunga dan polong.
Pembumbunan dilakukan bersamaan saat penyiangan, bertujuan untuk menutup bagian perakaran.

4.3. Pemberian POC NASA dan HORMONIK

budidaya kacang tanah organik hormonik
  • Penyemprotan POC NASA dilakukan 2 minggu sekali semenjak berumur 1-2 minggu (4-5 tutup POC NASA/tangki).
  • Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m2 (10-20 botol/ha).
  • Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK/tangki).
  • Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan.

4.5. Pengairan dan Penyiraman
Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau dapat diberikan mulsa (jerami dan lain-lain). Saat berbunga tidak dilakukan penyiraman, karena dapat mengganggu penyerbukan.

4.6. Pemeliharaan Lain
Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan, misalnya pemangkasan, perambatan, pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman).

5. Hama dan Penyakit

5.1. Hama
a. Uret
  • Gejala: memakan akar, batang bagian bawah dan polong. Akhirnya tanaman layu dan mati.
  • Pengendalian: olah tanah dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, Penggunaan Pestona dengan cara disiramkan ke tanah, jika tanaman terlanjur mati segera dicabut dan uret dimusnahkan.
b. Ulat Penggulung Daun
  • Gejala: daun terlipat menguning, akhirnya mengering.
  • Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.
c. Ulat Grayak (Spodoptera litura)
  • Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok.

  • Pengendalian:

    • (1) bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman;
    • (2) penyemprotan menggunakan Natural Vitura.
d. Ulat Jengkal (Plusia sp)
  • Gejala: menyerang daun kacang tanah.
  • Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.
e. Kumbang Daun
  • Gejala: daun tampak berlubang, daun tinggal tulang, juga makan pucuk bunga.
  • Pengendalian:
    • (1) penanaman serentak;
    • (2) penyemprotan menggunakan Pestona.

5.2. Penyakit
a. Penyakit layu atau “Omo Wedang”


budidaya kacang tanah organik natural glio
  • Penyebab: bakteri Xanthomonas solanacearum (E.F.S.).
  • Gejala: daun terkulai seperti disiram air panas, akhirnya mati. Bila dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu dan bila dipijit keluar lendir kekuningan. Akar tanaman membusuk.
  • Pengendalian: Pergiliran tanaman, gunakan varietas yang tahan. Penting melakukan pencegahan menggunakan Natural GLIO.

b. Penyakit sapu setan
  • Penyebab: Mycoplasma (sejenis virus). Diduga ditularkan serangga sejenis Aphis.
  • Gejala: bunga berwarna hijau tua seperti daun-daun kecil, ruas-ruas batang dan cabang menjadi pendek, daun-daun kecil rimbun.
  • Pengendalian: tanaman dicabut, dibuang dan dimusnahkan, semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan), menanam tanaman yang tahan, menanggulangi vektornya menggunakan Pestona atau Natural BVR.
c. Penyakit Bercak Daun
  • Penyebab : Jamur Cercospora personata dan Cercospora arachidicola.
  • Gejala: timbul bercak-bercak berukuran 1-5 mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang.
  • Pengendalian: dengan menggunakan Natural GLIO di awal tanam sebagai tindakan pencegahan.

d. Penyakit Gapong
  • Penyebab: diduga Nematoda. Gejala: Polong kosong, juga bisa busuk.
  • Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya.
e. Penyakit Sclerotium
  • Penyebab: cendawan Sclerotium rolfsii. Gejala: tanaman layu.
  • Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, air jangan sampai menggenang, membakar tanaman yang terserang cendawan.
  • Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam
f. Penyakit Karat
  • Penyebab: cendawan Puccinia arachidis Speg.
  • Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak coklat muda sampai coklat (warna karat). Daun gugur sebelum waktunya. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, tanaman yang terserang dicabut dan dibakar.
  • Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
Catatan :

Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

6. Panen

  • Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 3-4 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain:
  • Batang mulai mengeras.
  • Daun menguning dan sebagian mulai berguguran, Polong sudah berisi penuh dan keras.
  • Warna polong coklat kehitam-hitaman.

UNTUK PEMESANAN PRODUK NASA BISA HUBUNGI
DISTRIBUTOR PUSAT NASA : CECEP ADI SETIAWAN,  SP
TELKOMSEL  0852-0147-8485INDOSAT      0857-9915-2128
BBM : 5B9E47F6

BUDIDAYA MANGGA DENGAN MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK

BUDIDAYA MANGGA 

budidaya mangga organik nasa
Budidaya Mangga organik dengan menerapkan teknologi organik PT. NATURAL NUSANTARA ( NASA ) ini dapat dibaca juga melalui http://www.informasiteknisbudidaya.com/.

PENDAHULUAN

Produksi mangga pada saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar, khususnya pasar luar negeri. Ketidakmampuan ini bukan hanya disebabkan produktivitas rendah tetapi juga kualitasnya masih kurang. Kondisi ini disebabkan oleh penerapan teknologi budidaya yang belum optimal.

Memperhatikan hal tersebut PT. NATURAL NUSANTARA membantu peningkatan produksi secara kuantitas, kualitas dan kelestarian (Aspek K-3). sehingga petani mampu bersaing di era pasar bebas.

AGROEKOLOGI

Tanaman mangga tumbuh baik pada ketinggian 50-300 m dpl pada lapisan tanah tebal dan struktur tanah remah dan berbutir-butir.

VARIETAS

  • Varietas yang bernilai jual tinggi antara lain Gadung 21 atau Arumanis 143.
  • Varietas lainnya adalah Manalagi 69, Lalijiwo, Chokanan dan Golek 31.

PERSIAPAN LAHAN

  • Lubang tanam dibuat 1-2 bulan sebelum tanam,ukuran 1 m x 1m x 1 m dan jarak tanam 6 m x 8 m.
  • Dua minggu sebelum pelaksanaan tanam, tanah galian dimasukkan kembali ke dalam lubang tanam dengan campur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Akan lebih optimal siram SUPERNASA (0,5 sdm / + 5 lt air/pohon).

PENANAMAN

  • Penanaman di awal musim hujan.
  • Sebelum bibit ditanam kantong plastik dilepas.
  • Kedalaman tanam + 15-20 cm diatas leher akar dan tanah disekitar tanaman ditekan ke arah tanaman agar tidak roboh.
  • Tanaman diberi naungan dengan posisi miring ke barat dan selanjutnya dikurangi sedikit demi sedikit.

PEMUPUKAN

budidaya mangga organik poc nasa
budidaya mangga organik supernasa
budidaya mangga organik hormonik
  • Pupuk Kandang (PK) diberikan 1 kali pada awal musim hujan.
  • Caranya dibenamkan disekitar pohon selebar tajuk tanaman atau menggali lubang pada sisi tanaman.
  • Mangga umur 1 - 5 tahun diberi 30 kg PK, umur 6 - 15 tahun diberi 60 kg PK.
  • Akan lebih optimal jika ditambahkan  SUPERNASA atau jika pupuk kandang sulit dapat digunakan SUPERNASA dengan dosis :
    • Alternatif 1 : 0,5 sendok makan/ 5 lt air per tanaman.
    • Alternatif 2 : 1 botol SUPERNASA encerkan dalam 2 lt (2000 ml) air jadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 lt air diberi 20 ml larutan induk tadi untuk menyiram per pohon.
  • Pemberian SUPERNASA selanjutnya dapat diberikan setiap 3 - 4 bulan sekali.
  • Penyemprotan POC NASA (4-5 ttp/tangki) atau lebih optimal POC NASA (3-4 ttp) + HORMONIK (1 ttp ) per tangki setiap 1 - 3 bulan sekali.
  • Pupuk NPK 2 kali setahun di awal (Nopember - Desember), akhir musim hujan (April - Mei) dosis sbb:
Umur (th)PK
(kg)
Dosis Pupuk Makro (KG/Pohon)
ZATSPKCl
1 – 320 – 300.5 – 10.25-0.50.25-0.5
4 - 630 – 401 – 20.5 – 10.5 – 1
7 – 1050 – 602 – 31 – 1.51 – 1.5
> 1050 – 603 – 41.5 – 21.5 – 2

PEMANGKASAN

Pangkas Bentuk (3 tahap) :
  • Tahap I : umur 1 tahun setelah tanam pada musim hujan dengan memotong batang setinggi 50 - 60 cm dari permukaan tanah dan pemotongan di atas bidang sambungan. Dari cabang yang tumbuh dipelihara 3 cabang yang arahnya menyebar.
  • Tahap II : pemangkasan dilakukan pada ketiga cabang yang tumbuh tersebut setelah berumur 2 tahun, caranya menyisakan 1 - 2 ruas/pupus. Tunas yang tumbuh pada masing-masing cabang dipelihara 3 tunas. Jika lebih dibuang. Tahapan pemangkasan tersebut akan diperoleh pohon dengan rumus cabang 1- 3 - 9.
  • Tahap III : umur 3 tahun, cara sama seperti tahap II, tetapi tunas yang tumbuh dipelihara semua untuk produksi.

mangga flower organik

PANGKAS PRODUKSI

  • Pemangkasan ini untuk memelihara tanaman dengan memotong cabang mati / kering, cabang yang tumbuh ke dalam dan ke bawah serta cabang air yaitu cabang muda yang tidak akan menghasilkan buah.
  • Pemangkasan produksi dilaksanakan segera setelah panen.

PENDANGIRAN

  • Dilakukan 2 kali dalam setahun pada awal dan akhir musim hujan, dengan membalik tanah (pembumbunan) di sekitar kaca tanaman agar patogen yang ada dalam tanah mati.

MULCHING (MULSA)

  • Pemberian mulsa di akhir musim hujan, menggunakan jerami / sisa-sisa bekas pangkasan / tanaman sela.

PENGENDALIAN GULMA

  • Pengendalian gulma dilakukan minimal 3 kali setahun.

INDUKSI BUNGA

  • Untuk merangsang pembungaan digunakan Pupuk Organik Padat SUPERNASA dengan dosis 1-2 sendok/pohon dicampur 10 liter air disiramkan secara merata di bawah kanopi pohon setelah pupus kedua ( Februari-Maret) dan disemprot POC NASA (3-4 ttp/tangki) + HORMONIK (1 ttp) per tangki.

PENGELOLAAN BUNGA DAN BUAH

  • Pengelolaan bunga dan buah dilakukan 4 kali, pada saat bud break, bud elongation, mango size (kacang hijau) dan marble size (jagung). Pupuk yang digunakan :
  • Monokalsium Phospat ( MKP ) diberikan sebelum muncul tunas baru atau bud break dan pada saat bud break atau bud elongation (dosis 2,5 gr/liter).
  • POC NASA diberikan saat bud break, bud elongation, (dosis 4-5 tutup/tangki).
  • POC NASA (3-4 ttp) + HORMONIK (1 ttp) per tangki diberikan pada saat mango size dan marble size.
  • Untuk meningkatkan pembuahan, mengurangi kerontokan bunga dan buah gunakan POWER NUTRITION yang diformulasikan secara khusus untuk merangsang pertumbuhan bunga dan meningkatkan pembuahan.
    • Cara aplikasinya adalah : Larutkan 3 sendok makan POWER NUTRITION ke dalam 10 liter air. Siramkan merata pada perakaran di sekitar batang pada pagi atau sore hari. Agar peresapan nutrisi menjadi optimal bisa ditambahkan AERO 810 dalam lautan POWER NUTRION tadi.

HAMA DAN PENYAKIT

a. Tip Borer, Clumetia transversa
budidaya mangga organik pestona
  • Ulat ini menggerek pucuk yang masih muda (flush) dan malai bunga dengan mengebor/menggerek tunas atau malai menuju ke bawah. Tunas daun atau malai bunga menjadi layu, kering akibatnya rusak dan transportasi unsur hara terhenti kemudian mati.
  • Pengendalian; cabang tunas terinfeksi dipotong lalu dibakar, pendangiran untuk mematikan pupa, penyemprotan dengan PESTONA.
b. Thrips ( Scirtothrips dorsalis )
  • Hama ini sering disebut thrips bergaris merah karena pada segment perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga dengan menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah. Tempat tusukan bisa menjadi sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila bunga diketok-ketok dengan tangan dan dibawahnya ditaruh alas dengan kertas putih akan terlihat banyak thrips yang jatuh.
  • Pengendalian : tunas muda terserang dipotong lalu dibakar, tangkap dengan perangkap warna kuning, pemangkasan teratur, penyemprotan dengan BVR atau PESTONA.
c. Ulat Phylotroctis sp.
  • Warna sedikit coklat (beda dengan Clumetia sp. yang warnanya hijau) sering menggerek pangkal calon malai bunga. Telur Phyloctroctis sp. menetas dan dewasa menyerang tangkai buah muda (pentil). Buah muda gugur karena lapisan absisi pada tangkai buah bernanah kehitaman. Aktif pada malam hari.
  • Pengendalian dengan PESTONA.
d. Seed Borer, Noorda albizonalis
  • Hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecah. Ulat ini langsung menggerek biji buah akibatnya buah busuk dan jatuh. Berbeda dengan Black Borer yang menggerek buah pada bagian pangkal buah. Lubang gerekan dapat sebagai sumber penyakit.
  • Pengendalian : pembungkusan buah, kumpulkan buah terserang lalu dibakar, semprot dengan PESTONA.
e. Wereng mangga ( Idiocerus sp.)
  • Serangan terjadi saat malai bunga stadia bud elongation. Nimfa dan wereng dewasa menyerang secara bersamaan dengan menghisap cairan pada bunga, sehingga kering, penyerbukan dan pembentukan buah terganggu kemudian mati. Serangan parah terjadi jika didukung cuaca panas yang lembab. Hama ini dapat mengundang tumbuh dan berkembangnya penyakit embun jelaga (sooty mold) dengan dikeluarkan embun madu dari wereng yang dapat menyebabkan phytotoxic pada tunas, daun dan bunga.
  • Pengendalian : pengasapan, penyemprotan BVR/PESTONA sebelum bunga mekar/pada sore hari.
f. Lalat Buah ( Bractocera dorsalis )
  • Buah yang terserang mula-mula tampak titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah busuk serta terjadi perkembangan larva. Bersifat agravator yaitu memungkinkan serangan hama sekunder (Drosophilla sp.), jamur dan bakteri.
  • Pengendalian : pembungkusan buah, pemasangan perangkap lalat buah.
g. Penyakit Antraknose (Colletotrichum sp.)
  • Terjadi bintik-bintik hitam pada flush, daun, malai dan buah. Serangan menghebat jika terlalu lembab, banyak awan, hujan waktu masa berbunga dan waktu malam hari timbul embun yang banyak. Apabila bunganya terserang maka seluruh panenan akan gagal karena bunga menjadi rontok.
  • Pengendalian : pemangkasan, penanaman jangan terlalu rapat, bagian tanaman terserang dikumpulkan dan dibakar.
h. Penyakit Recife, Diplodia recifensis
Penyakit ini disebut juga Blendok, vektor penyakit ini adalah kumbang Xyleborus affinis. Kumbang ini membuat terowongan di batang/cabang kemudian dan cendawan Diplodia masuk ke dalam terowongan. Di luar tempat kumbang menggerek akan keluar blendok (getah). Penyakit mangga lainnya seperti embun jelaga (jamur Meliola mangiferae), kudis/scab (Elsinoe mangiferae), bercak karat merah (ganggang Cephaleuros sp.)
Catatan :
budidaya mangga organik aero-810
Jika Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dosis + 5 ml (0,5 tutup)per tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki

PANEN DAN PASCA PANEN

panen mangga

  • Panen dilakukan pada umur + 97 hari setelah bunga mekar, buah berbedak, dan pada jam 09.00 - 16.00 WIB dengan menyisakan tangkai buah sekitar 0,5 - 1 cm.

  • Saat ini PT. Natural Nusantara telah mengeluarkan 2 produk unggulan baru sebagai penyempurnaan produk sebelumnya, yaitu Pupuk Organik Serbuk Greenstar danSupernasa Granule Modern.

  • Pupuk Organik Serbuk Greenstar dikemas dengan sangat praktis dan ekonomis. Serta dalam produk Greenstar tersebut sudah terkandung unsur yang ada pada produk POC NASA dan HORMONIK.

  • Dan pupuk organik Supernasa Granule Modern juga dikemas dalam bentuk granule yang mantap sehingga lebih praktis dalam aplikasinya serta harganya lebih ekonomis.


UNTUK PEMESANAN PRODUK NASA BISA HUBUNGI

DISTRIBUTOR PUSAT NASA : CECEP ADI SETIAWAN,  SP

TELKOMSEL  0852-0147-8485
INDOSAT      0857-9915-2128
BBM : 5B9E47F6

BUDIDAYA SIRSAK

TEKNIS BUDIDAYA SIRSAK

PENDAHULUAN
Budidaya Sirsak - Buah Sirsak sering juga dinamakan orang Nangka Belanda, Nangka Sabrang dan buah Mandalika. Mungkin karena Sirsak rnemang bukan buah asli Indonesia. Tanaman Sirsak berasal dari Hindia Barat. Buah Sirsak yang telah masak dimakan dalam keadaan segar setelah dikupas terlebih dahulu. Selain dari itu juga banyak digunakan untuk membuat sari buah, dodol dan untuk campuran es sirup. Bentuk buah Sirsak tidak beraturan. Ada yang bulat, ada pula yang lonjong bahkan ada yang , bengkok bentuknya.

Dengan kata lain, bentuk buah Sirsak dari berbentuk ginjal sampai berbentuk seperti telur saja.Kulit buahnya dilengkapi oleh duri-duri lunak yang hijau warnanya. Sewaktu masih muda buahnya berwarna hijau, setelah masak warnanya menjadi hij au kehitam-hitaman. Dagrng buahnya berwarna putih dan mengandung banyak serat. Biji Sirsak berwarna hitam. Bentuknya agak lonjong dan pipih. Dalam Setiap buah terdapat biji yang cukup banyak.

Pohon Sirsak mempunyai percabangan batang yang rendah. Tinggi pohonnya antara 3 sampai 8 meter. Daunnya memanjang dengan bentuk lanset atau bulat telur terbalik. Bunganya berdiri sendiri berhadapan dengan daun. Bentuk bunga seperti kerucut. Warnanya kuning muda. Dasar bunga cekung, benang sarinya cukup banyak, begitu pula bakal buahnya. Menanam tanaman Sirsak dengan mempergunakan bijinya. Dapat juga dengan cara tempelan atau okulasi. Musim berbuah adalah pada bulan Januari dan Februari setiap tahunnya. Satu bulan sebelum penanaman lubangnya sudah harus dipersiapkan. Persiapan dilakukan dengan jarak 6 meter.

budidaya sirsak

CARA BUDIDAYA SIRSAK

Sama saja dengan cara menanam tanaman buah-buahan lainnya. Demikian pula pemeliharaan selanjutnya, budidaya pohon Sirsak baru dapat dipetik buahnya setelah berumur 3 tahun lebih.

Sirsak membutuhkan masa pertumbuhan untuk membentuk dedaunan tajuk pohon selama lebih kurang 2 tahun. Masa peralihan dari masa pertumbuhan ke masa berbuah memerlukan jangka waktu kira-kira 1 tahun.

Buah yang terbentuk sebelum pohon berumur 3 tahun, biasanya rontok, apalagi kalau mengalami kekurangan air pada waktu musim kemarau. Kemungkinan buahnya rontok ini dapat dicegah. Caranya dengan mengairi tanah di sekitar, Pohon Sirsak sampai cukup lembab.

Tetapi rontoknya bunga dan buah dapat juga disebabkan oleh hal yang lain. Umpamanya perimbangan antara Pemakaian zat Pati untuk Pertumbuhan, Daun-daunnya dan penimbunan zat pati dalam bakal buah pada masa peralihan itu belum seimbang.

UNTUK PEMESANAN PRODUK NASA BISA HUBUNGI

DISTRIBUTOR PUSAT NASA : CECEP ADI SETIAWAN,  SP

TELKOMSEL  0852-0147-8485
INDOSAT      0857-9915-2128

BBM : 5B9E47F6

Wednesday, 8 April 2015

BUDIDAYA KACANG PANJANG MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA

BUDIDAYA KACANG PANJANG



budidaya kacang panjang organik nasa
Budidaya Kacang Panjang Organik dengan menggunakan Teknologi Organik PT. Natural Nusantara ( NASA ) dapat dibaca juga di NaturalNusantara.org.

SYARAT PERTUMBUHAN

  • Tanaman tumbuh baik pada tanah Latosol / lempung berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan drainasenya baik,
  • pH sekitar 5,5-6,5.
  • Suhu antara 20-30 derajat Celcius,
  • iklimnya kering, c
  • urah hujan antara 600-1.500 mm/tahun dan ketinggian optimum kurang dari 800 m dpl.
simak video testimoni petani setealh penggunaan produk NASA;


Info pemesanan/konsultasi
Cecep Adi Setiawan, SP
Hp.0812.8587.1001 / 0857.9915.2128

PEMBIBITAN

  • Benih kacang panjang yang baik dan bermutu adalah sebagai berikut: penampilan bernas/kusam, daya kecambah tinggi di atas 85%, tidak rusak/cacat, tidak mengandung wabah hama dan penyakit.
  • Keperluan benih untuk 1 hektar antara 15-20 kg.
  • Benih tidak usah disemaikan secara khusus, tetapi benih langsung tanam pada lubang tanam yang sudah disiapkan.

PENGOLAHAN MEDIA TANAM

  • Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak hingga tanah menjadi gembur.
  • Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 60-80 cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm dan jarak antara guludan 30-40 cm
  • Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah dari 5,5 dengan dolomit sebanyak 1-2 ton/ha dan campurkan secara merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm
  • Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m2(10 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA, cara penggunaannya sebagai berikut:

    • alternatif 1 : Satu botol Super Nasa diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
    • alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram 10 meter bedengan.

TEKNIK PENANAMAN

  • Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40 cm. Dan jarak tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm dan 30 x 60 cm.
  • Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan, tetapi dapat saja sepanjang musim asal air tanahnya memadai
  • Benih direndam POC NASA dosis 2 tutup/liter selama 0,5 jam lalu tiriskan
  • Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, tutup dengan tanah tipis/dengan abu dapur.

PENYULAMAN

  • Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5 hari setelah tanam.
  • Benih yang tidak tumbuh segera disulam.

PENYIANGAN

  • Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam, tergantung pertumbuhan rumput di kebun.
  • Penyiangan dengan cara mencabut rumput liar/membersihkan dengan alat kored.

PEMANGKASAN / PEREMPELAN

  • Kacang panjang yang terlalu rimbun perlu diadakan pemangkasan daun maupun ujung batang.
  • Tanaman yang terlalu rimbun dapat menghambat pertumbuhan bunga.

PEMUPUKAN

Dosis pupuk makro sebagai berikut:

Waktu

Dosis Pupuk Makro (per ha)
Urea (kg)SP-36 (kg)KCl (kg)
Dasar
50

75

25
Umur 45 hari
50

25

75
TOTAL
100
100

100


Catatan :

Atau sesuai rekomendasi setempat. Pupuk diberikan di dalam lubang pupuk yang terletak di kiri-kanan lubang tanam. Jumlah pupuk yang diberikan untuk satu tanaman tergantung dari jarak tanam.
  • POC NASA diberikan 1-2 minggu sekali semenjak tanaman berumur 2 minggu, dengan cara disemprotkan (4-8 tutup POC NASA/tangki).

  • Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 M2 (10-20 botol/ha).

  • Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik/tangki).

  • Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan (dapat disiramkan dengan dosis + 2 tutup/10 liter air ).

PENGAIRAN

  • Pada fase awal pertumbuhan benih hingga tanaman muda, penyiraman dilakukan rutin tiap hari.
  • Pengairan berikutnya tergantung musim.
panduan-cara-budidaya-kacang-panjang-natural-nusantara-pupuk-organik-cair-nasa-supernasa-hormonik-granule-distributor-resmi-nasa-pestona-pestisida-alami

PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT

a. Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)


budidaya kacang panjang organik pestona
  • Gejala: terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal batang terjadi perakaran sekunder dan membengkak.
  • Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman yang bukan dari famili kacang-kacangan dan penyemprotan dengan PESTONA.


b. Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
  • Gejala: pertumbuhan terlambat karena hama mengisap cairan sel tanaman dan penurunan hasil panen. Kutu bergerombol di pucuk tanaman dan berperan sebagai vektor virus.
  • Pengendalian: dengan rotasi tanaman dengan tanaman bukan famili kacang-kacangan dan penyemprotan Natural BVR.
c. Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
  • Gejala: daun berlubang dengan ukuran tidak pasti, serangan berat di musim kemarau, juga menyerang polong.
  • Pengendalian: dengan kultur teknis, rotasi tanaman, penanaman serempak, Semprot Natural VITURA
d. Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
  • Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur sampai 90%.
  • Pengendalian: dengan membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benih kacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.
e. Ulat bunga ( Maruca testualis)
  • Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong.
  • Pengendalian: dengan rotasi tanaman dan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman. Disemprot dengan PESTONA
f. Penyakit Antraknose ( jamur Colletotricum lindemuthianum )
  • Gejala serangan dapat diamati pada bibit yang baru berkecamabah, semacam kanker berwarna coklat pada bagian batang dan keping biji.
  • Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perlakuan benih sebelum ditanam dengan Natural GLIO dan POC NASA dan membuang rumput-rumput dari sekitar tanaman.
g. Penyakit mozaik ( virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV).
  • Gejala: pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak beraturan. Penyakit ditularkan oleh vektor kutu daun.

  • Pengendalian: gunakan benih sehat dan bebas virus, semprot vector kutu daun dan tanaman yang terserang dicabut dan dibakar.
h. Penyakit sapu ( virus Cowpea Witches-broom Virus / Cowpea Stunt Virus.)
  • Gejala: pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek, tunas ketiak memendek dan membentuk "sapu". Penyakit ditularkan kutu daun.
  • Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit mosaik.
i. Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum )
  • Gejala: tanaman mendadak layu dan serangan berat menyeabkan tanaman mati.
  • Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati dan gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

PANEN DAN PASCA PENEN

budidaya kacang panjang organik nasa
  • Ciri-ciri polong siap dipanen adalah ukuran polong telah maksimal, mudah dipatahkan dan biji-bijinya di dalam polong tidak menonjol
  • Waktu panen yang paling baik pada pagi/sore hari. Umur tanaman siap panen 3,5-4 bulan
  • Cara panen pada tanaman kacang panjang tipe merambat dengan memotong tangkai buah dengan pisau tajam.
  • Selepas panen, polong kacang panjang dikumpulkan di tempat penampungan, lalu disortasi
  • Polong kacang panjang diikat dengan bobot maksimal 1 kg dan siap dipasarkan.

UNTUK PEMESANAN PRODUK NASA BISA HUBUNGI
DISTRIBUTOR PUSAT NASA : CECEP ADI SETIAWAN,  SP
TELKOMSEL  0852-0147-8485
INDOSAT      0857-9915-2128
XL  087830253266
BBM : D7EF48B7

Sunday, 5 April 2015

BUDIDAYA KELAPA SAWIT ORGANIK MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA

BUDIDAYA KELAPA SAWIT


budidaya kelapa sawit organik nasa
Budidaya kelapa sawit organik dengan menerapkan teknologi Organik dari PT. Natural Nusantara;

I. PENDAHULUAN

Agribisnis kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), baik yang berorientasi pasar lokal maupun global akan berhadapan dengan tuntutan kualitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kuantitas produksi.

PT. Natural Nusantara berusaha berperan dalam peningkatan produksi budidaya kelapa sawit secara Kuantitas, Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

II. SYARAT PERTUMBUHAN

1. Iklim

  • Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jam/hari.
  • Curah hujan tahunan 1.500-4.000 mm.
  • Temperatur optimal 24-280C.
  • Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500 m dpl.
  • Kecepatan angin 5-6 km/jam untuk membantu proses penyerbukan.

2. Media Tanam

Tanah yang baik mengandung banyak lempung, beraerasi baik dan subur. Berdrainase baik, permukaan air tanah cukup dalam, solum cukup dalam (80 cm), pH tanah 4-6, dan tanah tidak berbatu. Tanah Latosol, Ultisol dan Aluvial, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai dapat dijadikan perkebunan kelapa sawit.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

silahkan menyimak video budidaya kelapa sawit dengan teknologi NASA ,
Selamat menonton:

1. PEMBIBITAN

1.1. Penyemaian

Kecambah dimasukkan polibag 12x23 atau 15x23 cm berisi 1,5-2,0 kg tanah lapisan atas yang telah diayak. Kecambah ditanam sedalam 2 cm. Tanah di polibag harus selalu lembab. Simpan polibag di bedengan dengan diameter 120 cm. Setelah berumur 3-4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit dipindahtanamkan.

Bibit dari dederan dipindahkan ke dalam polibag 40x50 cm setebal 0,11 mm yang berisi 15-30 kg tanah lapisan atas yang diayak. Sebelum bibit ditanam, siram tanah dengan POC NASA 5 ml atau 0,5 tutup per liter air. Polibag diatur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90x90 cm.

1.2. Pemeliharaan Pembibitan

  • Penyiraman dilakukan dua kali sehari.
  • Penyiangan 2-3 kali sebulan atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.
  • Bibit tidak normal, berpenyakit dan mempunyai kelainan genetis harus dibuang.
  • Seleksi dilakukan pada umur 4 dan 9 bulan.
  • Pemupukan pada saat pembibitan sebagai berikut :
Pupuk Makro

Pupuk Makro
15-15-6-4Minggu ke 2 & 3 (2 gram); minggu ke 4 & 5 (4gr); minggu ke 6 & 8 (6gr); minggu ke 10 & 12 (8gr)
12-12-17-2Mingu ke 14, 15, 16 & 20 (8 gr);
Minggu ke 22, 24, 26 & 28 (12gr),
Minggu ke 30, 32, 34 & 36 (17gr),
Minggu ke 38 & 40 (20gr).
12-12-17-2Minggu ke 19 & 21 (4gr);
Minggu ke 23 & 25 (6gr);
Minggu ke 27, 29 & 31 (8gr)
POC NASAMulai minggu ke 1 – 40 (1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali).

Catatan :
budidaya kelapa sawit organik nasa supernasa

Akan Lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPERNASA 1-3 kali dengan dosis 1 botol untuk + 400 bibit. 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman


2. TEKNIK PENANAMAN

2.1. Penentuan Pola Tanaman

Pola tanam dapat monokultur ataupun tumpangsari. Tanaman penutup tanah (legume cover crop LCC) pada areal tanaman kelapa sawit sangat penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi, mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya dilaksanakan segera setelah persiapan lahan selesai.

2.2. Pembuatan Lubang Tanam

Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50x40 cm sedalam 40 cm. Sisa galian tanah atas (20 cm) dipisahkan dari tanah bawah. Jarak 9x9x9 m. Areal berbukit, dibuat teras melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi lereng.

2.3. Cara Penanaman

budidaya sawit poc nasa
budidaya sawit natural glio
  • Penanaman pada awal musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur.
  • Sehari sebelum tanam, siram bibit pada polibag.
  • Lepaskan plastik polybag hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang.
  • Taburkan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang selama + 1 minggu di sekitar perakaran tanaman.
  • Segera ditimbun dengan galian tanah atas.
  • Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis ± 5-10 ml/ liter air setiap pohon atau semprot (dosis 3-4 tutup/tangki).
  • Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPERNASA.
  • Adapun cara penggunaan SUPERNASA adalah sebagai berikut:
    • 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter 2000 ml air dijadikan larutan induk.
    • Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.

3. PEMELIHARAAN TANAMAN

3.1. Penyulaman dan Penjarangan

  • Tanaman mati disulam dengan bibit berumur 10-14 bulan.
  • Populasi 1 hektar + 135-145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari.

3.2. Penyiangan

  • Tanah di sekitar pohon harus bersih dari gulma.

3.3. Pemupukan

Anjuran pemupukan sebagai berikut :

Pupuk Makro

Urea
  1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 dan 36
  2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst
225 kg/ha
1000 kg/ha
TSP
  1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 dan 36
  2. Bulan ke 48 & 60
115 kg/ha
750 kg/ha
MOP/KCl
  1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 dan 36
  2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst
200 kg/ha
1200 kg/ha
Kieserite
  1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 dan 36
  2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst
75 kg/ha
600 kg/ha
Borax
  1. Bulan ke 6, 12, 18, 24, 30 dan 36
  2. Bulan ke 42, 48, 54, 60 dst
20 kg/ha
40 kg/ha

NB. : Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan (September - Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret- April).

POC NASA
a. Dosis POC NASA mulai awal tanam :

0-36 bln
2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang, setiap 4 - 5 bulan sekali

>36 bln
3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang, setiap 3 – 4 bulan sekali

b. Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA.

Tahap 1 : Aplikasikan 3 - 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4 tutup/ pohon
Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis 3-4 tutup/ pohon

Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPERNASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 200 tanaman. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 2.3.)

teknik budidaya kelapa sawit organik

3.4. Pemangkasan Daun

Terdapat tiga jenis pemangkasan yaitu:
  • Pemangkasan pasir. Membuang daun kering, buah pertama atau buah busuk waktu tanaman berumur 16-20 bulan.
  • Pemangkasan produksi. Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo dua) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan.
  • Pemangkasan pemeliharaan. Membuang daun-daun songgo dua secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54 helai.

3.5. Kastrasi Bunga

  • Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.

3.6. Penyerbukan Buatan

Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah, dibantu penyerbukan buatan oleh manusia atau serangga.

a. Penyerbukan oleh manusia.
  • Dilakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang represif (bunga betina siap untuk diserbuki oleh serbuk sari jantan).
  • Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka, warna kepala putik kemerah-merahan dan berlendir.
  • Cara penyerbukan:
    • 1. Bak seludang bunga.
    • 2. Campurkan serbuk sari dengan talk murni ( 1:2 ). Serbuk sari diambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah dipersiapkan di laboratorium, semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby duster/puffer.
b. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit.
  • Serangga penyerbuk Elaeidobius camerunicus tertarik pada bau bunga jantan.
  • Serangga dilepas saat bunga betina sedang represif.
  • Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar, bentuk buah lebih sempurna, produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti (minyak inti) meningkat sampai 30%.

4. HAMA & PENYAKIT

4.1. HAMA

a. Hama Tungau
  • Penyebab: tungau merah (Oligonychus). Bagian diserang adalah daun.
  • Gejala: daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz.
  • Pengendalian: Semprot Pestona atau Natural BVR.
b. Ulat Setora
  • Penyebab: Setora nitens. Bagian yang diserang adalah daun.
  • Gejala: daun dimakan sehingga tersisa lidinya saja.
  • Pengendalian: Penyemprotan dengan Pestona.

4.2. PENYAKIT

a. Root Blast
  • Penyebab: Rhizoctonia lamellifera dan Phythium Sp. Bagian diserang akar.
  • Gejala: bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar.
  • Pengendalian: pembuatan persemaian yang baik, pemberian air irigasi di musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan.
  • Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO.
b. Garis Kuning
  • Penyebab: Fusarium oxysporum. Bagian diserang daun.
  • Gejala: bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi warna coklat pada daun, daun mengering.
  • Pengendalian: inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda.
  • Pencegahan dengan pengunaan Natural GLIO semenjak awal.
c. Dry Basal Rot
  • Penyebab: Ceratocyctis paradoxa. Bagian diserang batang.
  • Gejala: pelepah mudah patah, daun membusuk dan kering; daun muda mati dan kering.
  • Pengendalian: adalah dengan menanam bibit yang telah diinokulasi penyakit.
Catatan :
  • Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan.
  • Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
  • Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki .

5. PANEN

panen sawit organik nasa

5.1. Umur Panen

  • Mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan.
  • Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen, dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen.
  • Ciri tandan matang panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih.


UNTUK PEMESANAN PRODUK NASA BISA HUBUNGI

DISTRIBUTOR PUSAT NASA : CECEP ADI SETIAWAN,  SP

TELKOMSEL  0852-0147-8485
INDOSAT      0857-9915-2128

BBM : 5B9E47F6